Showing posts with label Peternakan. Show all posts
Showing posts with label Peternakan. Show all posts

Thursday, 27 November 2014

Kuci Keberhasilan Pemeliharaan Broiler

Kunci Keberhasilan Pemeliharaan Ayam Broiler (Bagian 1)


Dewasa ini mutu genetik ayam broiler sudah berkembang sangat pesat. Buktinya, jika kita amati sekitar 10 tahun yang lalu mungkin untuk mencapai bobot rata-rata 2 kg, broiler membutuhkan waktu pemeliharaan 35-36 hari. Namun, dengan pemuliaan genetik yang terus berjalan kini bobot rata-rata 2 kg bisa cicapai pada umur  32-33 hari. Berarti seiring perkembangan IPTEK pemeliharaan broiler akan semakin efisien. Namun, dibalik itu semua tentunya ada kelemahan-kelemahan yang menyertainnya, antara lain ayam mudah mengalami stress. Untuk itu, ayam broiler modern membutuhkan manajemen pemeliharaan yang tidak lagi dengan istilah bagus tetapi harus prima. Salah satunya adalah pemeliharaan pada periode Brooding.

Pada ayam broiler (pedaging), masa brooding ialah periode pemeliharaan dari DOC (chick in) hingga umur 14 hari (atau hingga pemanas tidak digunakan). Baik tidaknya performance ayam di masa selanjutnya seringkali ditentukan dari bagaimana pemeliharaan di masa brooding. Jadi salah satu kunci keberhasilan Pemeliharaan Broiler adalah pada keberhasilan periode brooding karena kesalahan manajemen pada periode ini seringkali tidak bisa dipulihkan (irreversible) dan berdampak negatif terhadap performance ayam di periode pemeliharaan berikutnya.
Mengapa periode brooding penting? karena pada masa ini terjadi perkembangan pesat berbagai organ tubuh ayam (yang tidak dijumpai pada umur lebih tua). Oleh karena itu, diharapkan peternak perlu benar-benar memberikan perhatiannya terhadap masa ini. Ada beberapa hal yang mengalami perkembangan pesat pada umur ini terutama antara lain sistem kekebalan dan pencernaan.
Bagaimana cara mengoptimalkan pertumbuhan di periode brooding? Caranya adalah dengan memberikan kondisi brooding dan memberikan pakan sesuai dengan kebutuhannya. Untuk mencapai kondisi tersebut dapat dilakukan dengan cara?
1)     Memberikan pakan dan minum segera setelah DOC chick in (DOC masuk ke dalam ruangan brooding)

Pemberian pakan segera chick in dimaksudkan agar organ pencernaan ayam dapat berkembang dengan maksimal misalnya lambung, tembolok, usus, hati, pankreas dan sebagainya baik dalam ukuran maupun panjangnya. Untuk vili usus, perkembangan yang baik ditunjukkan dengan ukuran vili yang panjang, besar, jumlah banyak dan seragam. Vili yang seperti itu akan membantu efisiensi ransum.


Organ pencernaan anak ayam umur 2 hari.  Saluran pencernaan berkembang paling baik pada ayam yang langsung diberikan ransum saat chick in (atas). Yang tengah ialah yang diberikan 8 jam setelah chick in sedangkan yang paling bawah ialah yang belum diberikan ransum sama sekali 

Bersambung....................

Baca Juga :




Tuesday, 25 November 2014

Cara Menangani Turunya Produksi Telur Bagian 2

CARA MENANGANI TURUNYA PRODUKSI TELUR

Pada edisi sebelumnya telah dikemukakan bahwa turunya produksi telur  umumnya disebabkan oleh kurangnya lama penyinaran, nutrisi tidak cukup, penyakit, dan umur yang semakin tua dan stres.

1.      Lama Pencahayaan

Ayam petelur membutukkan cahaya untuk dapat berproduksi secara optimal. Adanya pencahayaan, baik berasal dari cahaya alami (sinar matahari) maupun buatan (lampu) akan menstimulasi hipotalamus yang kemudian diteruskan ke kelenjar-kelenjar tubuh, seperti hipofisa, tiroid dan paratiroid untuk mensekresikan (menghasilkan) hormon. Kelenjar hipofisa akan mensekresikan folicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH). Hormon FSH berfungsi mematangkan folikel/sel telur pada indung telur (ovarium), sedangkan hormon LH berfungsi menggertak proses ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium ke oviduk/saluran telur). Kedua hormon inilah yang sangat berperan penting bagi pembentukan sebutir telur.

Ayam petelur membutuhkan lama pencahayaan selama antara antara 13-16 jam (peningkatan bertahap mengikuti umur ayam) untuk mempertahankan produksi telur. Masalahnya  lama pencahayaan alami dari sinar matahari umumnya berlangsung hanya selama 12 jam. Jika lama pencahayaan kurang, maka produksi telur akan turun dan bahkan bisa sampai berhenti. Kekurangan lama pencahayaan seringkali menyebabkan rontok bulu bahkan yang lebih ekstrim adalah ayam berhenti bertelur selama sekitar dua bulan.
Untuk mengatasi hal ini, berikan cahaya tambahan untuk meningkatkan lama pencahayaan tetap konstan 13-16 jam per hari. Penambahan cahaya cukup 3 watt tiap m2 luas kandang. Penambahan cahaya dilakukan secara bertahap. Salah satu program pencahayaan adalah dengan menaikkan lama pencahayaan 1 jam tiap 2 minggu sehingga pada umur 25 minggu ayam sudah mendapat cahaya tambahan selama 4 jam semalam.

2.      Nutrisi yang Seimbang

Ayam telur membutuhkan ransum dengan nutnsi seimbang untuk mempertahankan produksi telur selama masa produksi. Nutrisi yang tidak tepat dapat menyebabkan ayam berhenti bertelur.

Masalah yang sering terjadi di lapangan adalah turunya produksi telur karena terkadang peternak menyusun ransum sendiri untuk menghemat biaya (karena harga pakan semakin tinggi). Sebenarnya menyusun ransum sendiri tidak dilarang (bahkan bagus karena dapat menghemat biaya pakan) asalkan peternak memiliki keterampilan dalam memformulasikan pakan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi ayam. Jika tidak memiliki keterampilan atau ilmu nutrisinya disarankan menggunakan pakan konsentrat setengah jadi (perlu lagi di campur dengan jagung giling dan dedak/bekatul) dengan perbandingan sesuai ketentuan pabrik pakan yang digunakan.
Kadar energi, protein, atau kalsium yang tidak cukup juga dapat menurunkan produksi telur. Sangat penting menyediakan ransum mengandung nutrisi seimbang pada masa produksi dengan kadar protein 16-18%. Namun nutrisi dalam ransum seringkali rusak akibat penanganan dan penyimpanan yang kurang tepat. Dua jenis asam arnino penting yaitu methionine dan lysine perlu ditambahkan dalam ransum karena ransum seringkali kekurangan asam amino tersebut. Bila mutu ransum kurang baik, tambahkan premiks untuk rneningkatkan mutu ransum.

Ayam telur dapat menghasilkan sekitar 300-325 butir telur tiap tahun sehingga membutuhkan kalsium sebanyak 20 kali jumlah kalsiurn yang ada di dalam tulangnya. Dibutuhkan 25 mg kalsium tiap menit untuk membentuk kerabang telur. Kebutuhan vitamin D perlu tercukupi agar penyerapan kalsium dan fosfor berlangsung baik. Pemberian mineral feed supplement dapat membantu memperkuat kerabang telur. 
Masalah ke dua yang sering terjadi adalah tidak tersedianya air minum yang bersih dan segar. Ayam tanpa air minum hanya selama beberapa jam dapat berhenti bertelur sampai berminggu-minggu. Oleh karena itu, sediakan tempat minum dalam jumlah cukup sehingga ayam selalu memperoleh air minum yang segar.

3.      Penyakit

Serangan penyakit masih dapat terjadi meskipun ayam dalam kondisi terbaik. Penurunan produksi telur seringkali merupakan salah satu gejala awal adanya serangan penyakit. Gejala lainnya dapat berupa lesu dan bulu kusam, mata berair, keluar ingus dari hidung, batuk, rontok bulu, pincang, sampai kematian. Jika peternak rnelihat seekor ayam sakit, lakukan isolasi atau pengafkiran dan amati keseluruhan populasi secara teliti. Jika curiga ada serangan penyakit, segera tangani atau jiga belum bisa menangani sendiri segera hubungi dokter hewan setempat agar dapat membantu memeriksa sehingga diperoleh diagnosa dan pengobatan yang akurat.

Pada umumnya, saat ayam terkena penyakit apapun, maka produksi telur akan terganggu. Penyakit yang secara langsung dapat menyebabkan penurunan produksi telur. di antaranya adalah: EDS, ND, IB, CRD dan colibacillosis. Penyakit ND dan IB menurunkan kualitas kerabang dan bagian dalam telur. EDS menyebabkan kerabang telur sangat tipis sehingga telur mudah pecah, sedangkan ND dan IB dapat merusak saluran produksi.

Berkenaan besarnya kerugian akibat ayam sakit maka tindakan pencegahan merupakan langkah yang bijaksana. Langkah pencegahan antara lain dengan penggunaan bibit/pullet yang baik dan sehat, vaksinasi secara teratur, penerapan bioscurity dan sanitasi kandang serta manajemen pemeliharaan yang baik.



4.      Umur Ayam

Umur yang semakin tua dapat berpengaruh pada produksi telur. Pengaruh ini sangat bervariasi di antara individu ayam. Ayam dapat berproduksi secara efisien selama dua siklus masa bertelur. Setelah dua tahun, produktivitas akan menurun. Secara umum, produksi telur paling baik selama tahun pertama, namun ayam telur yang berproduksi tinggi dapat berproduksi cukup baik selama 2-3 tahun. Kondisi ini berbeda pada setiap strain ayam. Ayam telur yang berproduksi tinggi akan bertelur selama sekitar 50-60 minggu tiap siklus masa bertelur

5.      Stres

Selain menjadi pemicu ayam sakit, stres juga dapat menyebabkan turunnya produksi telur. Agar produksi telur tidak turun, berikan multivitamin kurang lebih selama 5 hari berturut-turut.

Stres biasa terjadi karena:

1. Kedinginan
Stres yang paling sering selama musim hujan adalah kedinginan. Pastikan ayam mendapat perlindungan dari angin dan hujan selama musim hujan namun jangan sampai menutup terlalu rapat sehingga menyebabkan tingginya kadar amonia. Jika tercium bau amonia, inilah saatnya meningkatkan lubang udara di dalam kandang. Ayam tidak dapat bertahan dalam kondisi lembab dan terlalu banyak angin.

2. Kepanasan
Dalam cuaca panas, ayam akan lebih banyak minum dan mengurangi konsumsi ransum sehingga kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi. Kondisi ini dapat menyebabkan produksi telur turun karena kebutuhan energi dan protein harian tidak tercukupi. Dalam kondisi lingkungan panas, fisiologi tubuh ayam akan mengubah prioritasnya dari semula untuk produksi telur menjadi untuk bertahan hidup. Oleh sebab itu, saat cuaca panas perlu tambahan vitamin dan atau menambahkan kipas angin di dalam kandang supaya produksi telur tidak terganggu.

3. Penangkapan, pemindahan dan kepadatan
Batasi pemindahan atau penangkapan yang tidak perlu. Populasi yang terlalu padat dapat meningkatkan kanibalisme dan akhirnya stres pada ayam.

4. Parasit
Jika ada parasit eksternal dan internal, berikan pengobatan yang sesuai.

5. Keributan/kebisingan
Batasi suara ribut orang-orang dan suara kendaraan di sekitar kandang untuk mencegah ayam ketakutan. Cara yang unik yang banyak digunakan peternak adalah dengan memperdengarkan radio atau musik di dalam kandang sehingga ayam menjadi terbiasa dengan suara gaduh sehingga jika ada suara gaduh dari luar ayam tidak terlalu kaget sehingga dapat menghindarkan ayam dari stress.

Sebagai kesimpulan, produksi telur yang turun dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Mulai dari mutu ransum, tatalaksana pemeliharaan, sampai adanya serangan penyakit dapat menurunkan produksi telur.

Perlindungan terbaik terhadap penyakit diawali dengan membeli DOC atau pullet yang sehat. Hindari pelihara ayam dengan umur yang tidak seragam. Kontrol terhadap lama penyinaran dan berat badan pada ayam pullet sangat menentukan permulaan produksi telur

KESIMPULAN PRODUKSI TURUN
ü  Stres karena bermacam-macam sebab seperti potong paruh, setelah pemberian obat cacing, penggantian ransum, setelah vaksinasi.
ü  Ransum bermutu jelek.
ü  Ayam terserang penyakit.
ü  Produksi dan mutu telur turun. Ayam terserang penyakit seperti EDS ‘76, IB, pullorum atau ND.
ü  Produksi telur turun tetapi mutu telur tidak turun. Ayam terserang penyakit AE.
ü  Ayam sedang dalam pergantian bulu (rontok bulu).
ü  Ayam stres karena berbagai hal.
ü  Ayam kekurangan air minum, tempat minum banyak yang kosong.
ü  Tempat air minum letaknya terlalu rendah atau tinggi.
ü  Pencahayaan tidak tepat.

Monday, 24 November 2014

Cara Mengatasi Menurunya Produksi Telur ayam


Produksi Telur Menurun
WASPADAI TURUNNYA PRODUKSI TELUR-Bagi peternak ayam petelur, produksi telur yang tinggi merupakan hal yang diidamkan. Namun, terkadang apa yang telah diimpikan tidak menjadi kenyataan. Kenyataannya, dilapangan sering dijumpai kasus rendahnya produksi serta turunnya produksi telur. Untuk bisa mengatasi hal tersebut tentunya harus mengetahui penyebab turunya produksi telur.  Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab turunnya produksi telur, diharapkan peternak dapat mengambil tindakan antisipasi agar ayam telur yang dipeliharanya menghasilkan telur sesuai kurva produksi standar.
Pertanyaan yang sering diajukan oleh peternak adalah “Mengapa produksi telur ayam saya menurun?” Jawaban pertanyaan ini ternyata tidak semudah yang diduga. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan produksi telur yang turun, yaitu: kualitas telur itu sendiri, mutu bibit, kecukupan nutrisi, kesehatan ayam, kondisi lingkungan, dan tatalaksana pemeliharaan.
Agar produksi telur mencapai optimal maka harus disertai dengan konsumsi ransum yang cukup. Nafsu makan yang turun dapat menghasilkan berat telur yang rendah. Produksi telur tidak hanya bergantung pada berat badan yang tercapai saat memulai produksi telur, tetapi juga pada perkembangan saluran pencernaan dan reproduksi.

Kenali Penyebabnya
Permasalahan yang sering dialami peternak adalah produksi telur rendah atau penurunan produksi telur secara tiba-tiba. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, banyak faktor yang dapat menyebabkan produksi telur turun dan seringkali faktor-faktor tersebut terkait satu sama lain. Faktor-faktor tersebut dapat berpengaruh terhadap ukuran dan kualitas telur.
Penyebab umum menurunnya produksi telur meliputi: kurangnya lama penyinaran, nutrisi tidak cukup, penyakit, dan umur yang semakin tua dan stres.
Nah bagi anda para peternak ayam petelur,.. apakah anda pernah mengalami penurunan produksi telur pada ayam anda? apakah faktor tersebut di atas sudah anda kuasai? Lalu bagaimanakah antisipasi serta cara mengatasi masalah yang jamak terjadi pada peternakan ayam petelur tesebut? Jika anda penasaran, koreksi cari tau dulu kira-kira apa penyebab turunya produksi telur anda? Lalu....... tunggu artikel kami berikutnya...

Sunday, 23 November 2014

Penyakit Ayam Pada Saat Musim Hujan II

2. Penyakit Cacingan.

Penyakit ini banyak menyerang ayam petelur. Salah satu siklus hidup cacing adalah fase telur. Telur ini banyak terdapat pada litter atau kotoran yang basah dan lembab. Beberapa cacing sering menyebabkan penyakit cacingan yang umumnya kurang disadari oleh peternak.

Ayam yang terserang penyakit cacingan, terkadang tidak menunjukkan gejala yang menciri, sehingga seringkali para peternak kurang memperhatikannya. Padahal pada banyak kasus, seringkali menyebabkan banyak kerugian. Terutama akibat serangan kelompok cacing gilig (Ascaridia galli) dan kelompok cacing pita (Raileitina sp.).
Kerugian akibat penyakit cacingan diantaranya :
- Pertumbuhan yam yang terhambat.
- Konversi pakan yang tidak baik.
- Penurunan produksi telur

Pencegahan :
¨      Lakukan sanitasi yang ketat terhadap kandang dan lingkungan kandang.
¨      Jaga agar litter atau kotoran tetap kering. Dapat juga dilakukan pengeluaran kotoran yang basah atau lembab dari kandang.
¨      Kontrol populasi serangga di kandang, terutama lalat (Musca domestica) yang merupakan penyebar mekanis dari telur maupun larva cacing.

Pengobatan :

¨      Untuk pengobatan cacing gilig dapat digunakan Piperazine ataupun Levamisole melalui air minum.
¨      Untuk cacing pita, dapat diobati dengan Albendazole melaui air minum atau Niklosamid melalui pakan.

3. Penyakit Akibat Racun Jamur (Aflatoxin).

Jamur akan tumbuh dengan baik di tempat yang lembab, karena itu gudang penyimpanan pakan dan jagung atau kandang harus diperhatikan. Gudang pakan yang bocor dapat mengakibatkan pakan basah akibat terkena air hujan. Selain itu, tatalaksana atau cara penyimpanan pakan atau jagung yang salah (meletakkan pakan atau jagung langsung pada lantai tanpa menggunakan pallet ), ataupun menyimpan/membeli jagung yang masih mempunyai kadar air yang tinggi tanpa melalui pengeringan terlebih dahulu, seringkali menjadi penyebab terjadinya kasus penyakit yang disebabkan oleh jamur.

Gejala klinis yang muncul bisa berupa ganggunan pencernaan (diare), gangguan pertumbuhan, gangguan syaraf dan gangguan pigmentasi kulit. Pada bedah bangkai nampak adanya lesi atau luka pada rongga mulut (pada kasus yang kronis dapat berupa keropeng pada sudut dalam rongga mulut), warna kemerahan pada mukosa saluran pencernaan. Hati yang berwarna belang kekuningan dengan kandung empedu yang membesar, pengecilan limpa, bursa fabricius dan thymus.

Penyakit akibat jamur ini juga dapat menyebabkan penurunan produksi telur yang cepat, penurunan berat badan, penurunan konsumsi pakan, penipisan kerabang telur, perubahan warna kerabang dari coklat menjadi pucat, terkadang muncul kejadian jengger dan pial yang berwarna kebiruan, serta penurunan kekebalan terhadap penyakit lain.

Pencegahan :
Lakukan tatalaksana penyimpanan pakan dan bahan baku pakan yang baik. Segera lakukan penanganan pada atap yang bocor, serta letakkan pakan ataupun jagung dan bahan baku pakan lainnya lebih tinggi dari lantai (bisa dengan cara meletakkannya diatas pallet). Dapat dilakukan penambahan Gentian violet atau Natrium propionat (Sodium propionat) pada pakan untuk menekan pertumbuhan jamur. Memperpendek waktu penyimpanan pakan atau bahan baku pakan.


Penyakit Ayam Pada Musim Hujan II
Penyakit Ayam Pada Musim Hujan II
Penyakit Ayam Pada Musim Hujan II
Penyakit Ayam Pada Musim Hujan II

Penyakit Ayam Pada Musim Hujan I

PENYAKIT YANG PERLU DIWASPADAI SAAT MUSIM PENGHUJAN PADA AYAM

Bagi peternak, baik ayam petelur maupun ayam pedaging, penyakit adalah masalah yang paling dihindari karena adanya penakit dapat mengakibatkan berbagai kerugian antara lain kematian, pertumbuhan terhambat, tambahan biaya obat dan penurunan produksi telur bahkan bisa tidak berproduksi sama sekali.
Pada kesempatan kali ini, dimana di sebagian daerah di Indonesia mulai memasuki musim penghujan, saya mengingatkan pada semua peternak khususnya ayam peternak ayam buntuk mewaspadai munculnya penyakit pada musim penghujan ini.
Pada musim penghujan, tingkat kelembaban litter, bagian bawah kandang (kotoran ayam) dan lingkungan kandang serta gudang penyimpanan pakan dan bahan baku pakan, merupakan hal yang sangat perlu menjadi perhatian karena dari situlah pemicu munculnya penyakit.
Adapun penyakit yang sering muncul dan menyerang ayam pada musim penghujan adalah diantaranya :
1. Kolibasilosis

Sumber air seringkali bercampur dengan air permukaan, saat musim hujan tiba. Hal ini akan memperbesar kemungkinan terkontaminasinya air minum dengan bibit penyakit, termasuk Escherichia coli yang merupakan penyebab penyakit kolibasilosis. Kalau ayam sudah terserang kolibasilosis, akan menimbulkan banyak kerugian diantaranya : gangguan pertumbuhan, penurunan produksi dan kualitas telur serta dapat menyebabkan penyakit komplikasi yang sulit untuk diobati.

Kolibasilosis dalam saluran pencernaan dapat menyebabkan radang usus.  Jika dilakukan bedah bangkai maka akan terlihat ciri khas dari penyakit ini yaitu terjadinya perihepatitis (selaput putih di hati) dan pericarditis (selaput putih di jantung) serta jika pada usus disayat akan terlihat kemerahan, isi usus encer ber warna kekuningan dan bercampur busa. 
Pencegahan :
¨      Lakukan sanitasi yang ketat baik terhadap kandang, lingkungan kandang, operator dan sumber air. Disinfeksi air minum dengan disinfektan untuk membubuh kuman penyebab penyakit Colli.
¨      Cek atap kandang (jangan sampai ada yang bocor), buat parit disekitar kandang agar tidak ada genangan air
¨      Hindari perlakuan yang dapat meningkatkan stress pada ayam.
 Pengobatan :
 
Ada beberapa jenis bahan aktif antibiotika yang bisa dipilih, antara lain : Neomycin, Colistin, Tetracycline, golongan Sulfa dan Trimethroprim serta turunan Quinolon.
Baca Juga :

Monday, 17 November 2014

Manajemen Pemeliharaan Ayam Jantan

Manajemen Pemeliharaan Ayam Jantan- Tidak seperti layaknya beternak ayam broiler maupun ayam petelur. Beternak ayam jantan lebih membutuhkan pengalaman dilapangan sebagai acuan dalam beternak mengingat sampai saat ini pengkajian ataupun penelitian mengenai standar beternak ayam jantan belum ada bahkan oleh perusahaan pembibitan sekalipun.  Kalaupun ada, penelitian tersebut belum mampu memberikan standar pemeliharaan yang lengkap. Berikut ini adalah gambaran singkat mengenai manajemen pemeliharaan ayam jantan:
        Tidak seperti layaknya beternak ayam broiler maupun ayam petelur. Beternak ayam jantan lebih membutuhkan pengalaman dilapangan sebagai acuan dalam beternak mengingat sampai saat ini pengkajian ataupun penelitian mengenai standar beternak ayam jantan belum ada bahkan oleh perusahaan pembibitan sekalipun.  Kalaupun ada, penelitian tersebut belum mampu memberikan standar pemeliharaan yang lengkap. Berikut ini adalah gambaran singkat mengenai manajemen pemeliharaan ayam jantan:

Ayam Jantan


A.    Persiapan Kandang

a.       Pengambilan kotoran dari dalam kandang
Segera setelah panen selesai, kumpulkan semua peralatan dan kemudian keluarkan dari dalam kandang untuk dibersihkan. Keluarkan kototan yang bercampur dengan sekam dari kandang dengan cara dikeruk dan dimasukan ke dalam karung bekas pakan kemudian segera dibawa jauh dari lokasi kandang (segera dijual). Pada kandang panggung, hendaknya kotoran di ambil setiap 3 hari sekali selama proses pemeliharaan ayam sehingga selain dapat mengurangi amoniak juga akan mempercepat proses pembersihan kotoran dari lingkungan kandang setelah panen.

b.      Pencucian kandang dan peralatan
Sebaiknya, pencucian peralatan dilakukan secara pertahap yang dimulai pada saat alat habis digunakan. Contohnya feeder tray (tempat pakan DOC) langsung dicuci pada saat habis digunakan karena tempat pakan sudah diganti dengan tempat pakan gantung yang berbentuk tabung (hanging feeder) kurang lebih saat umur ayam 10-14 hari. Demikian pula dengan pemanas, chick guar dan sebagainya segera dibersihkan dan disimpan dalam gudang penyimpanan alat jika sudah tidak digunakan lagi. Proses pembersihan dan pencucian peralatan yang dilakukan secara bertahap akan memperingan dan mempercepat pekerjaan setelah panen.

c.       Disinfeksi
Kegiatan disinfeksi bertujuan membunuh kuman yang ada didalam kandang sehingga diharapkan kandang steril dari kuman pada saat DOC masuk pada periode berikutnya. Disinfeksi harus dilakukan secara berlapis untuk antisipasi adanya kuman yang masih tertinggal saat disinfeksi. Kegiatan disinfeksi dapat dilakukan dengan cara pengapuran, menyemprot kandang larutan dengan disinfektan seperti formalin, iodin maupun dengan foging (pengasapan) dengan antiseptik/disinfektan tertentu sehingga bisa menjangkau seluruh bagian kandang.
Perlu diperhatikan bahwa, jika disinfeksi kandang dilakukan mendekati masa chick in DOC, jenis disinfektan/antiseptik yang digunakan adalah disinfektan yang tidak berbahaya atau aman bagi ayam. Pilihlah disinfektan sesuai kemampuannya membunuh kuman yang baik sesuai dengan kondisi setempat.

d.      Istirahat/kosong kandang
Istirahat/kosong kandang adalah masa dimana tidak ada aktifitas di dalam kandang setelah kandang diberihkan dan disterilkan dari kuman. Untuk kandang ayam jantan, periode itirahat kandang minimal 7 hari atau optimalnya 14 hari dihitung dari kandang bersih karena masa pemeliharaan ayam jantan relatif lama. Kosong kandang juga bisa diselingi dengan kegiatan disinfeksi ulang dengan disinfektan yang berbeda dari disinfektan sebelumnya untuk antisipasi kuman yang resisten terhadap jenis disinfektan tertentu. Jenis dan merk disinfektan dapat dicari di poultry shop yang ada di daerah setempat.

e.       Pembuatan brooding (Induk Buatan)
Sebaiknya brooding segera dbuat setelah kandang dicuci dan dibersihkan dari kotoran. Tahapan untuk membuat brooding adalah sbb:
  • Jika kandang postal, taburi seluruh lantai kandang (yang telah dikapur) dengan ketebalan kurang lebih 5-7 cm dan kemudian diratakan agar ketebalan sekam merata. Sedangkan pada kandang panggung, lantai slat dilapisi dahulu dengan terpal sampai semua lantai tertutup kemudian baru dikapur dan ditaburi sekam dengan ketebalan yang sama dengan kandang postal dan kemudian diratakan.
  • Sekat kandang kurang lebih seperempat bagian atau disesuaikan dengan jumlah DOC, kemudian dipasang tirai dalam dan plafon (plastik atau terpal yang dipasang di atap kandang) untuk menstabilkan suhu dan mengurangi suhu yang terbuang. Untuk kandang tingkat plafon hanya dipasang untuk brooding di lantai atas saja karena lantai bawah sudah tertutup alas lantai atas.
  • Di dalam ruang brooding di pasang chick guard dari seng dengan diameter 4,5 m untuk 1500 ekor. Usahakan tiap lingkaran chick guard berisi 1500 ekor dengan satu pemanas gasolek atau 1 cimawar besar. Hal ini untuk mempermudah mengontrol suhu, suhu lebih merata, mempermudah pengawasan, mengurangi persaingan makan, dan membatasi pergerakan ayam agar energinya tidak banyak terbuang. Tujuannya adalah agar pertumbuhan ayam lebih seragam. 
  • Pasang pemanas (brooder) di tengah-tengah lingkaran. Ketinggian brooder dari litter kurang lebih 120 cm untuk gasolek dan 75 cm untuk cimawar.
  • Pasang koran di atas sekam sebanyak 3 lapis. Koran berfungsi agar ayam tidak makan sekam, menabur pakan saat DOC baru saja ditebar untuk merangsang makannya dan memberikan rasa nyaman pada ayam karena koran mampu menyimpan panas sehingga bisa merangsang saraf di telapak kaki ayam yang akan merangsang nafsu makan.
  • Pasang thermometer di tepi brooding dengan ketinggian 2-3 cm dari atas litter.
·         Sebelum DOC masuk cek semua alat dan pastikan semuanya berjalan dengan baik. 
                               

B.     Periode Brooding

Masa brooding adalah masa yang paling menentukan dalam kegiatan pembesaran ayam jantan. Jika diibaratkan sebuah bangunan, brooding merupakan pondasinya. Jika pondasi kokoh maka kita bisa mendirikan bangunan yang kokoh diatasnya. Keberhasilan dalam periode brooding akan berpengaruh baik berupa mortalitas rendah, sistem imun (kekebalan) terbentuk dengan baik, ayam lebih seragam dan pertumbuh bobot badan optimal. Kegagalan brooding akan berakibat mortalitas awal tinggi, pertumbuhan terlambat, pertumbuhan ayam tidak seragam, dan sistem imun tidak terbentuk dengan baik sehingga mudah terserang penyakit.  
 Brooding yang nyaman dipengaruhi oleh suhu, sirkulasi udara, kepadatan, cahaya, dan kondisi alas kandang serta cara pemberian pakan dan minum yang tepat. Semuanya kondisi tersebut harus terpenuhi sehingga harus dikelola dengan manajemen yang baik dan  dilaksanakan secara terpadu.


C.    Pemberian Pakan dan Minum
Pakan dan air minum sangat menentukan performance ayam karena dari pakan dan minumlah zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh ayam seperti protein, karbohidrat, vitamin mineral dan sebagainya dapat dipenuhi.  Dengan demikian, peran peternak adalah memastikan pakan dan minum yang berkualitas dapat terpenuhi sesuai dengan kebutuhannya sehingga harus dikelola dengan manajemen yang benar.

1.      Pemberian Pakan
Pada prinsipnya pemberian pakan pada ayam jantan adalah secara ad libitum sama seperti pada ayam broiler, perbedaannya hanya cara pemberiannya saja. Pada ayam jantan, meskipun pakan diberikan secara ad libitum namun harus diatur agar pakan tidak banyak tercecer mengingat sifat ayam jantan yang lebih agresif dari pada ayam broiler yang tenang.
Ayam jantan harus segera diberi pakan setelah masuk brooding bersamaan dengan pemberian minum. Pakan diberikan dengan sistem ad libitum terutama tujuh hari pertama pakan harus selalu tersedia di dalam tempat pakan. Pemberian pakan secara adlibitum memungkinkan feed intake tercapai karena ayam dapat makan kapan saja. Dengan demikian, kebutuhan nutrisinya akan terpenuhi untuk mendukung pertumbuhan, membentuk kekebalan tubuh, serta meningkatkan keseragaman.
   
2.      Pemberian air minum

Sama halnya dengan pakan, pemberian minum sangat mempengaruhi performance ayam. Air minum harus selalu ada (jangan sampai kosong) dan mudah untuk dijangkau. Kekurangan air minum dapat berakibat dehidrasi yang bisa berakibat kematian,  feed intake yang diharapkan tidak tercapai dan dan stess yang dapat menurunkan bobot badan.
Air merupakan komponen penyusun tubuh anak ayam dengan persentase terbesar, yaitu 85% dan persentase ini sedikit menurun saat anak ayam tumbuh menjadi dewasa, menjadi 60%. Perlu diketahui, di setiap organ dan komponen tubuh sebagian besar terdiri atas air, yaitu darah 83%, otot 75-80%, otak 75% bahkan di dalam tulang persentase kandungan air mencapai 20%. Dari angka dan persentase ini bisa kita ketahui bahwa air mempunyai fungsi dan peranan yang begitu besar dan signifikan.


D.    Pengaturan Tirai Kandang

Tirai kandang terdiri dari dari dua macam, yaitu tirai luar dan tirai dalam. Tirai luar berfungsi untuk mengatur sirkulasi udara. Udara bersih yang membawa oksigen dari luar kandang dibutuhkan untuk mendorong dan mengeluarkan udara kotor yang mengandung amoniak dari dalam kandang. Oksigen juga diperlukan ayam untuk mencukupi kebutuhan oksigen dalam darahnya. Kandungan oksigen yang terbatas akan membuat darah penuh dengan CO2 sehingga bisa mengakibatkan keracunan. Tirai dalam hanya digunakan pada saat periode brooding yang  berperan membantu mempertahankan suhu agar suhu di dalam brooding stabil.

E.     Penanganan Litter

Bahan litter bisa berupa sekam padi, jerami padi, serbuk gergaji dan serutan kayu. Saat lepas brooding litter berfungsi menyerap air dari feses ayam maupun dari tumpahan air minum. Dengan demikian, litter berperan menjaga kelembapan dan mengurangi kadar gas yang berbahaya seperti amoniak dan H2S.
Ketidakwaspadaan terhadap kondisi litter dapat menimbulkan gangguan pada kesehatan ayam karena penyakit sering kali muncul dipicu karena kondisi liter yang buruk.  Menurut hasil penelitian bahan litter yang paling baik adalah dari serutan kayu karena lebih optimal dalam menyerap air dan tidak berdebu.


F.     Mengendalikan Kanibalisme

Kanibalisme merupakan sifat alami ayam jantan yang agresif. Sifat kanibal ayam jantan akan muncul jika ada pemicunya. Faktor pemicu kanibalisme antara lain kepadatan kandang yang terlalu tinggi, ukuran ayam yang tidak seragam dan kekurangan pakan. Kematian akibat kanibalisme sebenarnya tidak terlalu banyak, namun jika tidak ditangani deangan serius akan memicu ayam-ayam yang lainnya saling patuk. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan konsumsi pakan sehingga mengganggu pertumbuhan.

G.    Mengatasi Sifat Nervous Ayam

Kejadian ayam “numpuk” dapat mengakibatkan kematian sampai 10 %. Ayam “numpuk” adalah suatu kondisi dimana ayam jantan berkumpul secara serentak dipojok kandang. Istilah ayam numpuk adalah suatu istilah yang digunakan oleh para peternak ayam jantan khususnya di Tasikmalaya dan Ciamis untuk mendeskripsikan kejadian kematian ayam yang diakibatkan karena ayam saling bertumpuk dipojok kandang. 
Kejadian ini umumnya disebabkan sifat ayam jantan yang mudah terkejut “nervous” sehingga jika ada salah satu atau beberapa ayam yang berlari kepojok kandang karena terkejut pasti akan diikuti oleh ayam-ayam yang lain sehingga ayam akan saling bertumpuk. Peristiwa “numpuk” terjadi karena saat ayam saling bertumpuk, ayam yang berada di bagian bawah akan terinjak-injak dan kekurangan oksigen sehingga menyebabkan kematian.

Sekian artikel manajemen pemeliharaan ayam jantan, penjelasan panduan lengkap pemeliharaan ayam jantan (kegiatan pembesaran hari per hari) dapat anda peroleh dalam bentuk e-book yang akan diterbitkan... tunggu saja tanggal mainnya,....


Baca Juga :

Sunday, 16 November 2014

Peluang Bisnis Pembesaran Ayam Petelur Jantan

Peluang Bisnis Pembesaran Ayam Petelur Jantan dan Keuntungan Pembesaran Ayam Jantan
Oleh : Ferry Tamaluddin, S.Pt

Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya yang berjudul Pejantan Si "Ayam Kampung" Jakarta. Selama ini, bisnis peternakan ayam yang bisa dibilang maju adalah ayam broiler. Sedangkan peternakan ayam kampung bisa dibilang stagnan atau jalan di tempat. Padahal, sebenarnya potensi  bisnisnya cukup menjanjikan. Tidak bisa dipungkiri pada umumnya masyarakat Indonesia sangat menggemari daging ayam kampung dikarenakan citarasanya yang khas yang tidak didapatkan pada ayam broiler.
Walaupun tidak ada data pasti mengenai berapa sebenarnya permintaan ayam kampung, realita dilapangan adalah permintaan ayam kampung belum diimbangi oleh suplay yang memadai. Kurangnya suplay terutama karena pada umumnya ayam kampung dibudidayakan secara konvensional (diumbar) sehingga produktifitasnya rendah. Disamping itu, permasalahan yang paling mendasar adalah sampai saat ini belum banyak industri pembibitan (breeding farm) skala besar yang memproduksi DOC ayam kampung seperti pada ayam broiler dan layer sehinga DOC ayam kampung sulit didapat dan harganya relatif mahal. Perkembangan ayam kampung juga masih terkendala belum majunya usaha pemuliaan genetik ayam kampung sehingga kurang menjamin kelangsungan DOC yang berkualitas.
Kondisi tersebut menjadikan peluang berkembangnya ayam yang memiliki kedekatan cita rasa ayam kampung, yaitu ayam petelur jantan. Ayam petelur jantan mampu “mencuri” celah ini karena karakternya yang memiliki kedekatan citarasa dan struktur daging yang mendekati ayam kampung. Ayam jantan petelur, cenderung lebih dipilih para pengusaha kuliner karena harganya yang di bawah harga ayam kampung dan kontinyuitas produksinya lebih terjamin. Karena itu, budidaya atau pembesaran ayam petelur jantan yang sudah ada tetap eksis dan bisnisnya luar biasa.
Ada berbagai sebutan untuk ayam petelur jantan.  Di jakarta ayam petelur jantan sering di sebut “ayam kampung jakarta” karena sudah bukan rahasia lagi, ayam petelur jantan  banyak digunakan untuk mensubstitusi kebutuhan permintaan ayam kampung yang belum sepenuhnya terpenuhi. Bahkan, seiring berjalannya waktu  saat ini ayam jantan petelur semakin populer sebagai penghasil daging yang lezat dan gigemari penikmat kuliner tanah air. Dampaknya, sekarang mulai banyak peternak yang melirik bisnis ini karena tergiur potensinya yang luar biasa.

Keuntungan Pembesaran Ayam Jantan
Ayam Jantan
        Selama ini, orang menganggap bisnis ayam yang paling menguntungkan adalah ayam broiler karena siklus produksinya yang cepat (22 hari bisa panen), pemeliharaannya relatif mudah dan permintaannya yang tinggi. Namun, karena keunggulannya tersebut banyak peternak baru bermunculan sehingga suplay dipasaran terkadang berlebih (over suplay). Akibatnya, harga daging di pasaran cenderung tidak stabil bahkan terkadang sampai di bawah titik impas alias harga jual jual dibawah biaya produksi.  Selain itu, karena pertumbuhannya yang “super cepat” ayam broiler lebih mudah stress sehingga relatif mudah terserang penyakit.
Pertanyaannya adalah apakah ada usaha peternakan yang lebih menguntungkan dari ternak broiler? jawabannya adalah PEMBESARAN AYAM JANTAN. Jawaban tersebut tentunya “relatif” tergantung performance produksi, keterampilan peternak dan kapasitas produksi dalam satu tahun.
Ayam jantan sejauh ini memiliki keunggulan dibandingkan dengan jenis unggas lain. Dibandingkan dengan ayam kampung, ayam jantan memiliki keunggulan dalam hal ketersedian DOC lebih terjamin baik kualitas maupun kuantitasnya dan harga DOC yang jauh lebih murah. Selama masih ada peternakan ayam ras petelur, ketersediaan DOC petelur jantan akan selalu tersedia karena DOC ayam petelur jantan merupakan produk ikutan atau by product dari hasil sexing atau pemilihan antara DOC jantan dan betina, dimana DOC betina merupakan produk utama dari breeding farm ayam ras petelur komersial. Disamping itu, harga live bird (ayam hidup) ayam jantan lebih terjangkau di kalangan pengusaha kuliner sehingga lebih banyak dipilih.
Jika dibandingkan dengan broiler, ayam jantan memiliki keunggulan dalam hal harga DOC yang lebih murah, relatif lebih tahan terhadap penyakit, biaya produksi per ekor lebih rendah, dan dengan luas kandang yang sama bisa diisi dua kali populasi ayam broiler. Selain itu, harga live bird (ayam hidup) ayam jantan relatif lebih tinggi dan stabil.

Artikel Selanjutnya akan membahas Mengenai "Manajemen Pemeliharaan Ayam Petelur Jantan". Bagi Pembaca diperbolehkan  mengkopi ataupun share  dengan menyertakan link sumbernya. Sekian.