2. Penyakit Cacingan.
Penyakit ini banyak menyerang ayam petelur. Salah satu siklus hidup cacing adalah fase telur. Telur ini banyak terdapat pada litter atau kotoran yang basah dan lembab. Beberapa cacing sering menyebabkan penyakit cacingan yang umumnya kurang disadari oleh peternak.
Ayam yang terserang penyakit cacingan, terkadang tidak menunjukkan gejala yang
menciri, sehingga seringkali para peternak kurang memperhatikannya. Padahal
pada banyak kasus, seringkali menyebabkan banyak kerugian. Terutama akibat
serangan kelompok cacing gilig (Ascaridia galli) dan kelompok cacing
pita (Raileitina sp.).
Penyakit ini banyak menyerang ayam petelur. Salah satu siklus hidup cacing adalah fase telur. Telur ini banyak terdapat pada litter atau kotoran yang basah dan lembab. Beberapa cacing sering menyebabkan penyakit cacingan yang umumnya kurang disadari oleh peternak.
Kerugian akibat penyakit cacingan diantaranya :
- Pertumbuhan yam yang terhambat.
- Konversi pakan yang tidak baik.
- Penurunan produksi telur
Pencegahan :
- Pertumbuhan yam yang terhambat.
- Konversi pakan yang tidak baik.
- Penurunan produksi telur
Pencegahan :
¨
Lakukan
sanitasi yang ketat terhadap kandang dan lingkungan kandang.
¨
Jaga agar
litter atau kotoran tetap kering. Dapat juga dilakukan pengeluaran kotoran yang
basah atau lembab dari kandang.
¨
Kontrol
populasi serangga di kandang, terutama lalat (Musca domestica) yang
merupakan penyebar mekanis dari telur maupun larva cacing.
Pengobatan :
¨
Untuk pengobatan cacing gilig dapat
digunakan Piperazine ataupun Levamisole melalui air minum.
¨
Untuk cacing
pita, dapat diobati dengan Albendazole melaui air minum atau Niklosamid melalui
pakan.
3. Penyakit Akibat Racun Jamur (Aflatoxin).
Jamur akan tumbuh dengan baik di tempat yang lembab, karena itu gudang penyimpanan pakan dan jagung atau kandang harus diperhatikan. Gudang pakan yang bocor dapat mengakibatkan pakan basah akibat terkena air hujan. Selain itu, tatalaksana atau cara penyimpanan pakan atau jagung yang salah (meletakkan pakan atau jagung langsung pada lantai tanpa menggunakan pallet ), ataupun menyimpan/membeli jagung yang masih mempunyai kadar air yang tinggi tanpa melalui pengeringan terlebih dahulu, seringkali menjadi penyebab terjadinya kasus penyakit yang disebabkan oleh jamur.
Gejala klinis yang muncul bisa berupa ganggunan pencernaan (diare), gangguan pertumbuhan, gangguan syaraf dan gangguan pigmentasi kulit. Pada bedah bangkai nampak adanya lesi atau luka pada rongga mulut (pada kasus yang kronis dapat berupa keropeng pada sudut dalam rongga mulut), warna kemerahan pada mukosa saluran pencernaan. Hati yang berwarna belang kekuningan dengan kandung empedu yang membesar, pengecilan limpa, bursa fabricius dan thymus.
Penyakit akibat jamur ini juga dapat menyebabkan penurunan produksi telur yang cepat, penurunan berat badan, penurunan konsumsi pakan, penipisan kerabang telur, perubahan warna kerabang dari coklat menjadi pucat, terkadang muncul kejadian jengger dan pial yang berwarna kebiruan, serta penurunan kekebalan terhadap penyakit lain.
Pencegahan :
Lakukan tatalaksana penyimpanan pakan dan bahan baku pakan yang baik. Segera lakukan penanganan pada atap yang bocor, serta letakkan pakan ataupun jagung dan bahan baku pakan lainnya lebih tinggi dari lantai (bisa dengan cara meletakkannya diatas pallet). Dapat dilakukan penambahan Gentian violet atau Natrium propionat (Sodium propionat) pada pakan untuk menekan pertumbuhan jamur. Memperpendek waktu penyimpanan pakan atau bahan baku pakan.
Jamur akan tumbuh dengan baik di tempat yang lembab, karena itu gudang penyimpanan pakan dan jagung atau kandang harus diperhatikan. Gudang pakan yang bocor dapat mengakibatkan pakan basah akibat terkena air hujan. Selain itu, tatalaksana atau cara penyimpanan pakan atau jagung yang salah (meletakkan pakan atau jagung langsung pada lantai tanpa menggunakan pallet ), ataupun menyimpan/membeli jagung yang masih mempunyai kadar air yang tinggi tanpa melalui pengeringan terlebih dahulu, seringkali menjadi penyebab terjadinya kasus penyakit yang disebabkan oleh jamur.
Gejala klinis yang muncul bisa berupa ganggunan pencernaan (diare), gangguan pertumbuhan, gangguan syaraf dan gangguan pigmentasi kulit. Pada bedah bangkai nampak adanya lesi atau luka pada rongga mulut (pada kasus yang kronis dapat berupa keropeng pada sudut dalam rongga mulut), warna kemerahan pada mukosa saluran pencernaan. Hati yang berwarna belang kekuningan dengan kandung empedu yang membesar, pengecilan limpa, bursa fabricius dan thymus.
Penyakit akibat jamur ini juga dapat menyebabkan penurunan produksi telur yang cepat, penurunan berat badan, penurunan konsumsi pakan, penipisan kerabang telur, perubahan warna kerabang dari coklat menjadi pucat, terkadang muncul kejadian jengger dan pial yang berwarna kebiruan, serta penurunan kekebalan terhadap penyakit lain.
Pencegahan :
Lakukan tatalaksana penyimpanan pakan dan bahan baku pakan yang baik. Segera lakukan penanganan pada atap yang bocor, serta letakkan pakan ataupun jagung dan bahan baku pakan lainnya lebih tinggi dari lantai (bisa dengan cara meletakkannya diatas pallet). Dapat dilakukan penambahan Gentian violet atau Natrium propionat (Sodium propionat) pada pakan untuk menekan pertumbuhan jamur. Memperpendek waktu penyimpanan pakan atau bahan baku pakan.
Penyakit Ayam Pada Musim Hujan II
Penyakit Ayam Pada Musim Hujan II
Penyakit Ayam Pada Musim Hujan II
Penyakit Ayam Pada Musim Hujan II
Penyakit Ayam Pada Saat Musim Hujan II
4/
5
Oleh
Fajrin Sidik Marzuki